Sab. Okt 16th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Tantangan Baru Bagi UMKM Kendal Untuk Menjadi Eksporter

2 min read

Kendal, wartakadin. Kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM di kabupaten Kendal terkait pemasaran dan peningkatan SDM tak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal.

Khususnya terkait dengan kendala untuk menjaring pasar UMKM sampai ke luar negeri, Pemkab. Kendal lakukan trobosan melalui kerjasama dengan Lembaga Pelayanan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Exim Bank dalam kegiatan Coach Program New Exporter. Yakni kegiatan pelatihan bagi pelaku Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat melakukan ekspor. Juga dalam membantu mempromosikan produk, dan mencarikan buyer beserta logistiknya.

Tetapi setelah kegiatan itu berlangsung selama dua hari (6-7/10), dari salah satu peserta sebanyak kurang lebih 50 orang, diantaranya Widji Astutik Pengrajin Batik Widi desa Lanjii Patebon yang sempat ditemui wartakadin.com menyatakan belum siap untuk menjadi eksporter.

Permasalah untuk menjadi eksporter, diakuinya saat ini dirinya belum siap. “Kami belum punya pengalaman untuk menjual batik saya sampai keluar negeri,” akunya.

Dituturkan, hal itu terkait kesiapannya untuk memenuhi persyaratan menjadi eksporter. “Untuk menjadi eksporter khusus bidang batik, bagi saya itu adalah sebuah tantangan,” ungkap Widji. Tetapi rasa optimis disampaikan Widji, kedepan tetap belajar dan berusaha bisa melangkah ke ekspor. Juga ucapkan terimakasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang telah membimbing dan mendorongnya untuk maju.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kab. Kendal Drs. Kuncahyadi menuturkan bahwa dalam kegiatan ini Pemerintah hanya sebagai fasilitator. Terkait dengan kendala yang dihadapi UMKM yang belum siap menjadi eksporter, Pemkab. Kendal belum bisa membantunya.

“Mereka yang tahu kondisinya masing-masing. Kemungkinan ada yang siap dana, berkaitan dengan produk. Atau kendala di pemasarannya,” tuturnya.

Jelasnya, dikatakan Kuncahyadi, menjadi eksportir tergantung persyaratan calon buyer. “Pemerintah sudah memberi jalan keluar. Atau bila mereka berminat, bisa belajar dengan Istikanah yang sudah sukses menjadi eksportir briket arang kelapa,” tambahnya.

Ternyata, kendala inipun sudah dipikirkan oleh Istikanah. Saat bertemu dengan wartakadin.com di acara pertemuan Forum Pengusaha Kendal di PT. KENDS Pantura Kaliwungu Kendal, Istikanah menyampaikan kesediaannya untuk mengenalkan produk UMKM Kendal kepada buyer buyer yang sudah dikenalnya di luar negeri. Dimana, pasar briket produknya, dikatakan Istikanah, sudah sampai ke Timur Tengah dan Eropa.

Adapun materi dari narasumber Sumhaji yang berjudul “Riset Pasar Ekspor Dan Mencari Data Calon Buyer” yang intinya menanyakan, “Benarkah dengan pelatihan ini, Anda akan mendapatkan pembeli?”

Karena untuk menjadi eksportir bagi pemula hal ini menjadi baru dan susah. Akan bertanya, “Produk seperti apa yang diminati buyer. Quantity, apa boleh sedikit. Mencari pembeli kemana. Bagaimana cara berkomunikasi dan korespondensi. Terus menghitung harga. Kontrak dan pengiriman barang. Pembayaran dan membuat dokumen, serta bayar pajak ekspornya. Hal inilah yang perlu dipahami oleh calon eksportir khususnya oleh pelaku UMKM di Kabupaten Kendal yang mengikuti pelatihan menjadi eksporter yang berlangsung di Pendopo Kendal kemarin. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *