KIK'
Wed. Aug 5th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Taufiqul Mujab, Sosok Kepala Desa Interpreneurship Di Kabupaten Kendal

2 min read

Membangun jiwa interpreniur bisa menjadi modal usaha untuk membangun ekonomi kerakyatan yang hal ini bisa dilakukan oleh setiap warga masyarakat. Atau lebih efektif, bila dimulai dari figur seorang pemimpin di tingkat desa seperti yang dilakukan seorang kepala desa Kalibogor kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal bernama Taufiqul Mujab yang saat ini sedang berfikir keras memajukan ekonomi desanya dengan mengolah dan memproduksi serbuk kopi dari hasil pertanian kopi di desanya.

Kecamatan Sukorejo ada 18 desa, rata-rata memiliki lahan 20 hektar untuk nanam kopi oleh Kades Kalibogor Taufiqul Mujab menyebutkan ada 110 petani yang sudah tertata. Dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kendal sedang focus untuk mengangkat kopi menjadi komoditi andalan Kabupaten Kendal. Dan desa Kalibogor bisa dijadikan desa perintisan dalam membangun industri kopi. Contoh yang sudah dilakukan oleh Taufiqul Mujab dirumahnya sudah ada satu unit mesin pengolah kopi menjadi serbuk kopi yang dimasukkan bungkus plastis tertutup dengan mesin kemasan plastik hingga diberi lebel “Bogor Mas”.

ini sejalan dengan misi Pemerintah Pusat untuk membangun kekuatan ekonomi rakyat dimulai dari menggali potensi yang ada di desa diawali dengan membangun infrastruktur desa guna kelancaran akses ekonomi melalui gelontoran dana desa hampir di setiap desa di Indonesia mendapatkan dana desa sebesar kurang lebihnya Rp 1 milyar. Diperuntukkan selain untuk pembiayaan pembangunan phisik, kegiatan sosial juga ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes inilah yang akan digunakan oleh kepala desa Kalibogor sebagai payung hukum dalam membangun industri pengolahan kopi hasil dari pertanian kopi setempat.

Obsesi Kepala Desa Kalibogor Taufiqul Mujab, di desanya harus bisa membangun industri kopi bubuk berlebel “Bogor Mas” dimana lebel Bogor Mas kedepan akan dijadikan satu brand dari jenis-jenis produk UMKM desa Kalibogor, yang dimungkinkan ada 20 jenis produk.

Bangun Industri Kopi Desa Kalibogor

Membangun industri kopi bubuk seperti kemasan-kemasan yang sudah laku terjual di masyarakat, kopi bubuk “Bokor Mas” memiliki tiga jenis, antara lain berasal dari kopi Arabika, kopi Robusta dan kopi Liberika yang jenis kopi ini saat ini menjadi sajian minuman kopi untuk para tamu hotel, restoran dan cafe. Demikian pula dalam memperluas pasar kata Taufiqul Mujab, kopi bubuk Bogor Mas disebarluaskan di hotel-hotel dan cafe di sekitar Sukorejo. Selain dari masyarakat setempat yang biasanya mengkonsumsi kopi sesetan mulai tertarik menikmati kopi Bogor Mas setelah merasakan rasa dan aroma kopi asli dari para petani kopi yang setor ke Taufiqul Mujab pengelola industri kopi desa Kalibogor.

Sedangkan bentuk kemasan yang baru bisa cetak berisi 150 gram dan 1 kg kopi bubuk Bogor Mas. Kemasan berisi 150 gram jenis kopi: Arabika harga Rp. 30.000,-.Liberika Rp. 25.000,- dan Robusta Rp.15.000, -.

Sayangnya, karena keterbatasan alat produksi dimana saat ini baru ada satu unit (mesin sangrai dan kemasan) sehingga untuk membuat serbuk kopi, para petani dan warga harus antri di rumah kepala desa Taufiqul Mujab yang sementara dijadikan rumah produksi kopi Bogor Mas.

Sedangkan bentuk kemasan yang baru bisa cetak berisi 150 gram dan 1 kg kopi bubuk Bogor Mas. Kemasan berisi 150 gram jenis kopi: Arabika harga Rp. 30.000,-.Liberika Rp. 25.000,- dan Robusta Rp.15.000, – yang masing-masing sudah disertakan nomor ijin PIRT.

Dari produksi kopi bubuk, oleh Taufiqul Mujab akan dikembangkan menjadi 20 jenis produk lainnya yang berupa makanan kering dan minuman yang didapat dari usaha pertanian desanya. Selain melalui bangun kampung tematik yang masing-masing dikelompokkan dari jenis tanaman yang dibudidayakan warga masyarakat desa setempat. (Sriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *