Tue. Oct 27th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Tim Gugus Tugas Akan Diubah Jadi Satgas Penanganan Covid 19 Di Setiap Daerah Kab/Kota

2 min read

Pemberlakuan sanksi kepada warga masyarakat yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan akan ditingkatkan, mengingat belakangan ini dari hari ke hari semakin tambah jumlahnya yang terpapar Covid 19. Contoh di Kabupaten Kendal, terjadi peningkatan dari per harinya 10 orang yang positif, selama 2 – 3 hari ini meningkat dua kali lipat yang mencapai 20 orang per harinya. Hal ini seperti yang disampaikan Sekda Kendal Muh Toha dalam jumpa Pers di ruang Ngesti Widhi Paringgitan Pemkab. Kendal, Senin (21/9/2020).

Peningkatan sanksi ini, antara lain di wilayah Kabupaten Kendal akan menaikkan denda bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti pemakaian masker selain cuci tangan dan menjaga jarak, dari minimal Rp 50.000,- hingga maksimal Rp. 200.000,- bagi pelanggar perorangan. Sedangkan untuk kelompok atau perorangan denda maksimal bisa mencapai Rp 500 ribu. Demikian Muh Toha menegaskan.

Hingga kini terpantau masih ada saja warga masyarakat yang tidak mengindahkan pemberlakuan Perbup 67 Tahun 2020 Tentang Sanksi Bagi Pelanggar Yang Tidak Menggunakan Masker.

Penegakan peraturan protokol kesehatan dan sanksi perlu terus disosialisasikan oleh Muh Toha dikatakan dengan meningkatkan pula sistem dan penugasan para aparat yang mengantikan nama Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid 19 berubah menjadi Satuan Tugas ((Satgas) Penanganan Covid 19 di daerah.

Hal ini menurut Muh Toha disampaikan berdasar dari Surat Edaran Mendagri kepada Gubernur dan Bupati/Walikota Nomor 440/5184/SJ, tanggal 17 September 2020.

18 Santri Ponpes Positif Covid 19

Dalam Jumpa Pers, Muh Toha yang didampingi Wakapolres Kendal Kompol Sulistyawan dan Kasdim 0715/Kendal Mayor Inf. Sukamto dihadiri pula Tim Gugus Tugas diantaranya: Kadishub Suharjo, Kadisdikbud Wahyu Yusuf Achmadi, Kasatpolkar Toni Ari Wibowo dan Kadiskominfo Wiwit Andariyono, sampaikan kepada wartawan, saat ini Covid 19 sudah merambah ke Pondok Pesantren yang dikhawatirkan Ponpes akan jadi klaster baru.

“Antara lain sudah ada dua pondok pesantren di Kabupaten Kendal yang santrinya terkonfirmasi positif Covid 19, sebanyak 18 santri,” ungkap Muh Toha.

Ini perlu diwaspadai bahwa Covid 19 bisa menjalar kemana-mana terutama tempat-tempat keramaian seperti di pasar-pasar, warung kaki lima, tempat wisata, tempat ibadah kemungkinan besar bisa menjadi media penularan Covid 19. Untuk itu, tegas Muh Toha akan lebih meningkatkan intensitas pencegahan dengan penegakan disiplin protokol kesehatan oleh Pemerintah Daerah, ketegasan dalam memberikan sanksi, selain penegasan terkait jam malam yang akan diatur dengan surat edaran bupati yang hingga kini belum ada aturan resminya.

Sementara, berdasarkan release yang diupdate oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, di wilayah Kendal yang positif sudah mencapai 768 orang. Dari angka tersebut, 553 orang dinyatakan sembuh. Dirawat 168 orang. Dan 47 orang meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *