April 23, 2024

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Tingkatkan Pariwisata Kendal Melalui Komunitas Pentahelix dan Promosi Lewat Aplikasi GIS

3 min read

Kendal, wartakadin.com Impian Kendal menjadi kota tujuan wisata terus diupayakan melalui berbagai kegiatan, antara lain dengan membangun komunitas Pentahelix Pariwisata dan promosi wisata melalui aplikasi GIS.

Salah satu daerah kabupaten di Jawa Tengah, Kendal memiliki potensi pariwisata yang cukup menjual. Hal ini sudah dibuktikan pada pasca Pandemi Covid -19 atau pada Tahun 2022 lalu, kunjungan wisatawan di Kendal trendnya naik mencapai angka 1,5 juta orang. Dan tahun 2023 sampai akhir bulan Juni, kunjungan wisata sudah mencapai 800 orang.

Di sektor pariwisata di Kabupaten Kendal ini diharapkan potensinya bisa mendongkrak PAD selain melalui pemasukan pajak daerah dan pajak lainnya. Sehingga dari sektor pariwisata ini terus digenjot dan potensinya terus dikembangkan melalui membangun jaringan lewat aplikasi dan komunitas pentahelix pariwisata.

Pada hari Rabu (05/07/2023) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal dilakukan launching Sang Pamong Community Based Tourism (CBT) dan Aplikasi (Geografic Information Sistem) GIS Pariwisata, Penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Perum Perhutani KPH Kendal serta Komitmen Bersama dalam membangun Community Based Tourism Kabupaten Kendal yang ditandai dengan penekanan tombol aplikasi oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto, KPH Perhutani Kendal dan Kepala Disporapar Kab. Kendal Achmad Ircham Chalid.

Kepala Disporapar Kendal, Achmad Ircham Chalid menyampaikan, dalam acara ini dihadiri 100 tamu undangan dari berbagai elemen yang bergerak di dunia pariwisata. Hal ini dikatakan dalam rangka meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Kendal dengan melibatkan Pentahelix terdiri dari para pelaku usaha wisata, komunitas wisata dan organisasi dibawah pembinaan Disporapar Kabupaten Kendal.

Selanjutnya dikatakan Ircham, potensi pariwisata di Kendal cukup besar yang meliputi potensi alam, pantai dan wisata yang dikelola pemerintah juga wisata dikelola oleh swasta. Dicontohkan, saat ini yang menjadi andalan dan ikon wisata Kendal adalah Curug Sewu dan Pantai Indah Kemangi yang dikelola Pemerintah Desa.

“Potensi pariwisata Kendal tanpa dukungan bersama tidak akan berkembang. Untuk itu kita kumpulkan berbagai elemen yang tergabung dalam komunitas Pentahelix bergerak bersama-sama membangun pariwisata yang maju dan berkembang,” tegas Ircham.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kepada Disporapar dan semua pihak yang terlibat dalam peluncuran aplikasi pariwisata Kendal berbasis GIS dan pembentukan komunitas Pentahelix Pariwisata dan promosi wisata melalui aplikasi GIS.

Bupati Dico berharap, dengan penggunaan aplikasi pariwisata Kendal berbasis GIS, untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan mengetahui potensi wisata, akomodasi, transportasi dan Daya Tarik Wisata dari titik atau posisi wisatawan berada.

“Dengan aplikasi ini berguna untuk memudahkan wisatawan memilih tujuan wisata di Kabupaten Kendal. Sedangkan melalui CBT menjadi media peningkatan jejaring sosial para pelaku pariwisata dan sekaligus menjadi media komunikasi dalam menunjang pengembangan pariwisata di Kabupaten Kendal,” jelas Bupati.

Kegiatan hari ini adalah selaras dengan visi dan misi yang mewujudkan Kendal sebagai pusat industri dan pariwisata di Jawa Tengah, Bupati Dico mengajak para Pentahelix yang sudah menandatangi kesepakatan bersama untuk bekerja dengan sungguh-sungguh tidak hanya sekedar ceremonial saja. Karena sangat disayangkan dengan potensi pariwisata cukup besar di Kendal tetapi belum memiliki Magnit yang mampu menarik masyarakat dan wisatawan berkunjung ke Kendal.

Dalam kesempatan itu, Administrator Perhutani Kendal, Widodo Budi Santoso juga menyampaikan dukungannya dan menyambut baik adanya program pemanfaatan sumber daya hutan di Kendal. Juga memohon, agar dikelola bersama-sama yang kemanfaatannya bisa dirasakan oleh semua pihak dan masyarakat Kendal khususnya.

Widodo juga mengatakan, program kerjasama dengan Perhutani adalah upaya pemanfaatan hutan yang memiliki potensi pariwisata yang bisa dijual.

Hal ini disampaikan merupakan solusi pemberdayaan masyarakat hutan untuk memelihara dan menjaga kelestarian hutan dengan memanfaatkan hutan menjadi obyek wisata, tidak lagi ada keinginan merusak atau mengambil hasil hutan untuk kepentingan sesaat.

“Selama ini yang sudah bisa dimanfaatkan dari hutan Kendal, melalui pembangunan wisata hutan, wisata trabas bagi pecinta motor trail, off-road dan sport tourism atau untuk kegiatan usaha dan UMKM Kendal,” pungkasnya.

Penandatanganan bersama dilakukan oleh Bupati Kendal dengan Pentahelix terdiri dari Ketua PHRI Kendal, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kendal, Paguyuban Desa Wisata (Dewika) Kendal, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kendal dan Komunitas Pecinta Wisata Kendal. Sriyanto

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *