Sat. May 8th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

UMKM Kendal Butuh Pendampingan Untuk Maju Dan Berkembang

2 min read

Kendal, wartakadin. Bila dilihat dipermukaan seakan Kabupaten Kendal tidak nampak potensinya. Tetapi bila dilihat di kehidupan masyarakatnya ternyata cukup dinamis.

Tidak hanya kuat dibidang agama saja, tetapi telah menyimpan daya juang tinggi terutama yang dipelopori oleh ibu-ibu rumah tangga dan melalui kegiatan PKK tingkat kelurahan dan desa.

Mereka bergerak di industri rumahan, usaha Micro/Kecil maupun Pedagang Kaki Lima jumlahnya mencapai 2000 orang. Separuhnya bergerak di sektor UMKM.

Sayang dalam musim Pandemi ini mereka nyaris tak bisa bergerak.Terutama di usaha pakaian jadi peminatnya sedikit sekali. Karena kebutuhan masyarakat saat ini lebih mengutamakan makan dan minum daripada yang lain. Hal ini bisa dilihat di pasar tradisional. Pedagang pakaian jadi terlihat sepi pembeli, sedangkan pedagang beras, ikan dan sayur mayur terlihat banyak didatangi pembeli.

Sepi dan tidaknya pasar secara ekonomi sebenarnya bukan kerena faktor adanya bencana (covid 19), tetapi karena tidak adanya putaran uang di masyarakat. Bila terjadi putaran uang yang cepat berefek pada menaiknya kekuatan daya beli masyarakat. Disini potensi UMKM dan Industri Rumahan di Kabupaten Kendal memiliki fungsi ganda. Yakni upaya perbaikan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan.

Variabel ini sudah menjadi bahan kajian Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal yang disampaikan Drs Kuncahyadi, UMKM Kendal itu butuh pendampingan yang bisa membantu mereka dalam masalah membangun market dan peningkatan kualitas produknya.

Drs Kuncahyadi Kadis Perindagkop&UKM Kab.Kendal

UMKM di tingkat kecamatan di kabupaten Kendal akhir-akhir ini sudah mulai ditangani secara serius oleh Relawan dari anggota ASN Kecamatan yang dalam pengamatan wartakadin.com ditemukan di Kecamatan Patebon dan Kecamatan Ngampel.

Pionir ini sudah lakukan gebrakannya dalam membangun market melalui Medsos dan Jaringan Komunitas. Pionir UMKM ini dalam membangun jaringan melalui WA, Face Book, Instagram dan Marketplace seperti Shopee atau Tokopedia dll. Demikian cerita ASN Kecamatan Ngampel Yonan kepada wartakadin.com.

Jelasnya, di Kendal belum ada pintu masuk untuk mengetahui potensi UMKM Kendal. Atau mereka belum memiliki otlet (ruang pamer), atau pusat promosi UMKM Kendal. Sehingga potensi mereka sulit dilihat oleh masyarakat luas. Hal inilah yang menjadi harapan Yonan kepada bupati Kendal yang akan datang untuk mengangkat mereka lebih dikenal luas.

Sementara adanya bantuan modal sebesar Rp 2, 4 juta untuk pelaku usaha micro kecil (UKM) belum berdampak secara signifikan. Karena mekanisme salurannya yang langsung kepada Penerima ini bagi Dinas Terkait di daerah Kabupaten/Kota tidak bisa memantau peruntukannya juga evaluasi.

Berbicara masalah UMKM, mereka itu bergerak hanya berdasarkan pengalaman bukan melalui proses pendidikan formal yang mengajari mereka memahami managemen, pemasaran dan produksi.(Sriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *