Sat. Oct 24th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Untuk Pertama Kalinya Festival Sakura Matsuri Digelar di Kota Jababeka

2 min read

Jababeka Residence bekerja sama dengan Komunitas Alumni Jepang di Indonesia (KAJI) menghadirkan Festival Sakura Matsuri 2019 di Kota Jababeka, kota mandiri seluas 5600 hektare di timur Jakarta. Ini merupakan acara dengan tajuk Sakura Matsuri yang pertama kali digelar di Kota Jababeka, sebelumnya rutin digelar Momiji Matsuri.

Festival kebudayaan Indonesia-Jepang terbesar di Jawa Barat ini diselenggarakan di Komplek Graha Pariwisata, Stadion Wibawa Mukti, Jababeka, Kabupaten Bekasi, mulai hari ini, Sabtu 31 Agustus 2019 hingga Minggu, 1 September 2019.

Acara ini menyuguhkan serangkaian acara menarik dan penampilan artis dan musisi asal Jepang dan Indonesia, seperti JKT 48, Hiroaki Kato, Enka Girls, Yoshimoto Comedian Project, Shojo Complex, Cikarang Keion Club, Jakarta Keion Club, Ren-Ai, kazu, Naira, Voir, Anla, Shodo Performance yang selalu menarik banyak perhatian pengunjung.

”Kami mendukung pertukaran budaya Indonesia dan Jepang. Ini merupakan even yang sangat baik,” kata Presdir Jababeka Sutedja S Darmono di Komplek Graha Pariwisata, Stadion Wibawa Mukti, Jababeka, Kabupaten Bekasi, Sabtu (31/8/2019)

Festival Sakura Matsuri juga menghadirkan berbagai booth bazar yang menyuguhkan berbagai macam produk dari merchandise hingga kuliner Jepang. Di samping itu, terdapat kompetisi antar perusahaan yang berada di Cikarang yaitu kompetisi Miss Sakura 2019 yang memperebutkan hadiah jalan-jalan gratis ke Jepang.

General Manager Marketing Corporate Jababeka Residence Handoyo Lim menjelaskan, Festival Sakura Matsuri merupakan event yang sangat dinanti-nantikan setiap tahun yang bertujuan memberikan sarana edukasi kepada masyarakat mengenai kebudayaan, baik Indonesia maupun Jepang.

”Di sini para pengunjung mendapat hiburan sekaligus bisa mengenal lebih dekat kebudayaan Jepang-Indonesia lewat pertunjukkan budaya dan olahraga, seperti Tari Sakura, Tari Yosakoi, Tari Soran Bushi, pertunjukkan Angklung, Drama Okashii, kerajinan Origami, pemutaran film Jepang, olah raga Kendo, Pencak Silat dan Aikido,” ujarnya.

Handoyo mengungkapkan, hadirnya Festival Sakura Matsuri merupakan simbol keharmonisan hubungan Indonesia dengan Jepang yang sudah terjalin puluhan tahun lamanya. Hal itu dibuktikan dengan adanya keterlibatan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang memberikan dukungan positif dalam festival ini.

Pemilihan lokasi di kota Jababeka sebagai tempat acara Festival Sakura Matsuri ke-8 ini bukan tanpa alasan. Itu karena Jababeka menjadi salah satu kawasan yang memiliki jumlah masyarakat Jepang terbanyak di Indonesia. Persisnya, lokasi festival ini berdekatan dengan kawasan Golf City Jababeka.

Di mana terdapat proyek unggulan berkonsep Jepang, seperti Kawana Golf Residence (Joint Venture Jababeka dengan Creed Group asal Jepang) sebagai hunian eksklusif dengan fasilitas akses langsung ke lapangan golf.

Lalu, ada Ginza Business Loft dan Asian Village yang merupakan kawasan komersial premium yang mengusung desain dan konsep Asia, salah satunya dari Jepang. Menyoal Jababeka Residence yang menggarap beberapa proyek berkonsep Jepang.

Handoyo mengatakan, Jababeka siap apabila terdapat investor yang ingin membangun kerja sama baru, baik dari segi budaya, pariwisata, pendidikan, hotel atau high tech industry.

”Lewat festival ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa kami terbuka untuk para investor Jepang jika mau berinvestasi di Jababeka. Sebab, di Jababeka banyak lahan representatif untuk membangun produk baru, apakah residensial, komersial, hotel, pendidikan sampai industri. Jadi, apapun bentuk kerjasama itu, kami sangat terbuka,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *