Kam. Sep 23rd, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Warung Sate H. Subali Batang Sering Dikunjungi Pejabat Dan Artis Ibu Kota

2 min read

Batang, wartakadin. Bagi pelintas jalan di jalur Pantura wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pasti pernah melihat warung sate H. Subali. khususnya bagi penggemar sate tidak akan berlalu begitu saja yang langsung berhenti untuk menikmati sate H. Subali.

Siapa tahu H. Subali itu dahulu adalah seorang pejuang kemerdekaan. Pada waktu sebelum Indonesia merdeka, H. Subali bersama istri berjuang sambil berjualan sate dengan gerobag dorong di Jakarta.

Setelah Indonesia merdeka, berjualan sate kambing spesialisnya, berlanjut hingga pada tahun 1980 hijrah ke wilayah Batang Jawa Tengah. Dan di pinggir jalan Pantura Batang, H. Subali buka warung sate dengan menyewa tempat milik penduduk setempat. Lalu berkembang hingga mampu beli tanah sendiri dan warung satenya diberi nama ” H. Subali, Rajanya Sate”

Setelah H. Subali meninggal dunia, dilanjutkan oleh anaknya bernama Baihaqi sebagai generasi pertama yang berhasil mengembangkan usaha warung sate kambing dengan membuka cabang di berbagai kota seperti : Semarang, Demak, Purworejo, Bumiayu, Paguyangan, Rawalo, Sibolga, Batu Malang dan Surabaya.

Nanang Akhsin, SE selaku manager dan pengelola saat ditemui wartakadin.com beberapa hari lalu di warung sate H. Subali, bercerita, bahwa warung sate H Subali ini sering dikunjungi pejabat pemerintah, seperti bupati, walikota, gubernur hingga menteri dan artis ibu kota.

“Tidak disangka, warung sate H. Subali yang dikelolanya ini dikenal luas tidak hanya diminati para pelintas jalan saja bahkan pejabat dan artis pernah merasakan lezatnya sate H. Subali,” tutur Nanang yang alumnus SMA. N 2 kota Semarang.

Warung Sate H. Subali tidak hanya menyajikan khusus sate kambing saja, juga varian lain seperti sate ati, sate terpedo, sate lemak, sate ginjal. Menu lainnya berupa ayam panggang, ayam goreng, nasi goreng dengan harga per porsi Rp. 50 ribu per orang. Yang memilih paket sate kambing, per paketnya Rp. 30 ribu.

Rasa sate yang khas dengan harga standar ini, harga sate ayam per tusuk Rp. 5.500,- Sate kelinci Rp. 5.800,- Sate ayam Rp. 3.800,- dan sate sapi Rp. 5.800,- per tusuk.

Dikisahkan Nanang, saat ramai, disepanjang jalan depan warung satenya dipenuhi mobil-mobil pengunjung. Tetapi di masa Pandemi Covid -19 dengan aturan PPKM oleh Pemerintah, ungkap Nanang telah terjadi penurunan omzet dengan pembeli setiap hari bisa dihitung dengan jari. “Kami harus menggaji 20 karyawan secara utuh standar UMR, dan selalu membayar pajak PPN/PPH,” keluhnya.

Kepada wartakadin.com menyampaikan harapannya, “Semoga Pandemi Covid -19 segera berakhir di bumi Nusantara, ekonomi kembali pulih, dan para pelaku usaha bangkit kembali” Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *