Fri. May 14th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Waspadai Pemudik Yang Mencuri Start, Mereka Pulang Kampung Dan Berkumpul Dengan Keluarga

2 min read

Kendal, wartakadin. Berkaitan dengan jelang hari raya Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 M, Polres Kendal mengadakan rapat lintas sektoral kesiapan ketupat candi 2021, dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1442 H di tengah masa Pandemi Covid -19 dan larangan mudik tahun 2021 di wilayah hukum Polres Kendal pada Kamis (29/4/2021) di ruang meeting Polres Kendal.

Rapat yang dipimpin Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, SIK didampingi Wakil Bupati Kendal H. Windu Suko Basuki, SH dan Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Iman Widhiarto, dihadiri oleh jajaran Polres Kendal, jajaran Kodim 0715/Kendal, Pol PP Kendal, Dishub. Kendal, BPBD Kab.Kendal, Orari dll untuk mendengarkan pemaparan secara virtual dari Kapolda Jateng, Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV/Dip. dan Kepala OPD Terkait yang memaparkan tentang larangan mudik dan antisipasi yang harus dilakukan oleh Petugas yang ada di Polres, Polresta, Kodim dan Pemkot/Pemkab hingga ke tingkat desa (Banbinsa dan Babinkamtibmas) di wilayah provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pemaparannya sampaikan rasa terima kasihnya kepada Polda Jateng hingga jajaran kebawah yang sudah sosialisasikan larangan mudik tahun 2021 dan kewaspadaan adanya klaster baru Civid-19 akibat beberapa kegiatan keagamaan dan kenekatan pemudik yang secara diam-diam sudah pada pulang kampung.

Disampaikan Gubernur Jawa Tengah, saat ini masih ada beberapa kabupaten yang mengalami perkembangan Covid -19. Untuk itu diminta kerjasama baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri untuk mengetatkan pengawasannya. “Stock vaksinasi untuk Jawa Tengah masih kurang. Pemprov. Jateng sedang menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat,” Ganjar Pranowo ingatkan.

Kasus terakhir yang dirawat karena Covid -19 ada 59 persen. Sementara penderita sudah mendekati angka 7.000 di Jawa Tengah. Yang diisolasi ada 40 persen.

Mudik tiap hari meningkat untuk lakukan kesiapsiagaan. Antisipasi Pemudik. Yg masuk ke Wil. Jateng rata2 per hari 2000 an. Tahun lalu yg masuk di desa 1 juta pemudik. Optimalisasi 3M

“Mudik tiap hari mulai meningkat untuk dilakukan kesiapsiagaan. Untuk itu diperlukan antisipasinya dengan jumlah pemudik yang sudah masuk ke wilayah Jawa Tengah rata2 per hari 2000 an. Tahun lalu yg masuk di desa 1 juta pemudik dengan optimalisasi 3M,” pinta Ganjar Pronowo.

Di Kabupaten Kendal, disampaikan Kapolres AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, SIK saat ini sudah banyak yang mencuri star diam-diam pulang ke rumah kumpul dengan keluarganya.

Pos-pos kegiatan masyarakat pinta Kapolres Kendal untuk lakukan pengetatan meskipun resminya dimulai 6 Mei 2921 yang membangun 9 pos pelayanan di Alun2. 3 exite tol bangun pos membantu pengalihan arus dan penyekatan dll. 2 pos di rest area 391A dari Jakarta menuju Semarang. Dari arah Semarang menuju Jakarta di 389 D. Pengamanan dan pendataan wilayah Boja 1, Sukorejo 1 dan Cepiring antisipasi pasar tumpah di jalur Pantura. Meminta bantuan Pemkab. Steak Holder terkait dan OPD Kendal di masa Pandemi Covid -19 yang menekankan di Posko PPKM Micro di desa2 yg sdh dibentuk 286 posko untuk diperkuat stressing, dan pelaksanaan testing dan treadmen.

Operasi penegakan disiplin Prokes di Kendal

Terkait dengan warga Kendal yang sudah pulang kampung secara diam-diam itu, Pos PPKM Micro diminta sudah mulai mendatakan orang yang sudah masuk ke wilayah Kendal. Karena dari informasi juga sudah ada kapal laut yang menurunkan penumpang dari Kalimantan turun ke Pelabuhan Kendal kemungkinannya belum tentu berasal dari warga Kendal.

Wabup Kendal Windu Suko Basuki menambahkan, untuk pengamanan wilayah, petugas di lapangan diminta jangan kendur yang bekerja secara maksimal. Agar Kabupaten Kendal dalam kondisi aman dan terkendali.

Sementara Dandim Kendal Letkol Inf. Iman Widhiarto menyampaikan, jajaran TNI yang ada di Koramil dan desa-desa (Babinsa) diharapkan saling berkomunikasi bersatu dalam jaringan komunikasi dg Say Hello agar cepat mendapatkan informasi yang berkembang di masyarakat. “Kendal jangan ada klaster baru karena kelengahan para petugas di lapangan,” demikian Dandim Kendal menegaskan. (Sriyanto)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *