Ming. Sep 25th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Wisata Limbangan Bisa Terkenal, Bila Sering Tampilkan Kesenian Tradisional

2 min read

Kendal, wartakadin.com Di wilayah kecamatan Limbangan ada 8 desa yg memiliki potensi wisata alam, bisa terkenal oleh masyarakat harus menampilkan kesenian daerah seperti tari-tarian kuda lumping, kuda kepang dan reog atau kesenian lainnya.

Hal ini disampaikan Camat Limbangan Alfebian Yulando saat menyaksikan tampilan tari-tarian kudang lumping dan kuda kepang dalam atraksi panggung kesenian dan gelar budaya Kuda kepang kecamatan Limbangan dalam rangkaian memeriahkan HUT RI ke-77 Tahun 2022 pada Sabtu (20/8/2022).

Alfebian Yulando atau panggilan akrab kini Camat Febi, dalam gelar budaya Kuda Kepang di Rest Area Desa Limbangan dari jam 9.00 pagi hingga berakhir sore hari, benar-benar menikmati gerak tarian kuda kepang atau kuda lumping tampilan dari beberapa group kesenian desa desa di wilayah kecamatan Limbangan.

Masyarakat Limbangan terlihat sangat antusias menyaksikan dan terhibur dengan adanya tari-tarian kuda lumping yang penarinya menari dengan luwesnya. Hal ini sudah menjadi tontonan yang sangat melekat di hati masyarakat dari dulu hingga sekarang.

Melihat potensi wisata alam dan kesenian tradisional Kecamatan Limbangan yang melekat ini, oleh Camat Febi akan terus dikolaborasikan untuk membangun Kawasan Wisata Perdesaan yang sudah mendapatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Dengan momentum peringatan hari kemerdekaan RI ke-77 saya menggerakkan kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat dibantu personil dari Koramil dan Polsek Limbangan dalam pengamanan yang menjaga berbagai kegiatan hingga berjalan lancar dan kondusif.

Kegiatan itu, seperti lomba bola volley, gerak jalan carnaval, gelar budaya Kuda Kepang dan wayang kulit lakon “Semar Mbangun Kayangan” hingga warung-warung makan di Rest Area Desa Limbangan dan di tepi jalan menjadi ramai pembeli,” tuturnya.

Selain wisata alam dan kesenian juga hasil bumi dan pertanian pun tak luput dari perhatian Camat Febi yang menuturkan perlu diinventarisir untuk dipasarkan di pasar Limbangan yang bisa menarik pembeli dari luar Limbangan. “Saat ini pasar hasil bumi baru berjalan pada malam hari,” ungkapnya.

Dikatakan pula, saat ini kecamatan Limbangan masih menjadi satu ruas jalan jalur perlintasan dari arah Boja Kabupaten Kendal ke arah Sumowono Kabupaten Semarang dan belum ada jalur kearah lain.

 

“Para pelintas jalan hanya sekedar lewat saja,” jelasnya.

Untuk bisa ramai dan mereka mau mampir, bila Limbangan ada sesuatu yang menarik. Hal ini menjadi PR Camat Febi untuk mengajak semua elemen di Kecamatan Limbangan bergandengan tangan dan bersatu padu (guyub rukun) untuk berfikir bagaimana caranya memajukan potensi Limbangan lebih dikenal luas. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru