Thu. Oct 29th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

IKM Sumbang 60 % Serapan Total Tenaga Kerja Industri

2 min read

Selama ini industri manufaktur memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, seiring dengan peningkatan investasi di dalam negeri. Tapi sebenarnya pertumbuhan di sektor industri kecil dan menengah (IKM) juga mendorong meningkatnya penyerapan tenaga kerja manufaktur.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, sektor IKM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11,68 juta orang atau sebesar 60 % dari total pekerja di sektor industri.

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi di sektor industri manufaktur tahun 2014 sebesar Rp.199,1 triliun, naik menjadi Rp.222,3 triliun di tahun 2018. Serapan naker di sektor industri juga meningkat, yakni dari 15,53 juta orang pada tahun 2015 menjadi 17,9 juta orang di tahun 2018 atau naik 17,4 %.

Peningkatan investasi tersebut, di sektor industri kecil mengalami penambahan, dari tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha menjadi 4,49 juta unit usaha di tahun 2017. Artinya, tumbuh hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun tersebut.

IKM merupakan sektor mayoritas atau yang mendominasi dari jumlah populasi industri manufaktur di Indonesia. Kontribusinya hingga 99 persen dari semua unit bisnis di sektor industri. Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran cukup dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis.

Dalam kurun 4 tahun terakhir, Ditjen IKMA telah melakukan berbagai program dan kegiatan strategis seperti, peningkatan kemampuan sentra IKM, pengembangan produk IKM, penumbuhan wirausaha baru IKM, restrukturisasi mesin & peralatan IKM, serta e-Smart IKM.

Sepanjang tahun 2018, sebanyak 111 IKM telah memanfaatkan program restrukturisasi mesin dan peralatan, dengan total nilai investasi mencapai Rp77,2 miliar dan nilai potongan (reimburse) sebesar Rp11,78 miliar. Dari 111 IKM yang mendapatkan fasilitas peremajaan mesin dan peralatan tersebut, sekitar 34 IKM berasal dari wilayah Indonesia bagian timur.

Ditjen IKMA juga menargetkan sebanyak 10.000 pelaku IKM dari berbagai sektor dapat masuk ke pasar online melalui e-Smart IKM selama periode tahun 2017-2019. Mereka terdiri atas sektor industri mamin, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, kosmetik, serta industri kreatif.

Hingga saat ini, animo peserta cukup tinggi, dengan jumlah peserta yang mengikuti workshop e-Smart IKM telah mencapai sekitar 9.000 pelaku usaha. Dengan total nilai transaksi e-commerce dari seluruh IKM tersebut, tercatat mencapai Rp.2,3 miliar. Dari jumlah ini, sebanyak 31,87 % di antaranya atau sekitar Rp.755 juta berasal dari sektor industri makanan dan minuman.

Sumber : @kemenperin_RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *