April 23, 2024

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Tantangan UMKM Kendal Untuk Berkembang, Hanya Satu Perlu Dikuasai,Marketing

2 min read

Kendal, wartakadin.com . Siapa yang ahli berdagang, dialah yang bisa menguasai dunia. Karena berdagang itu seperti membangun jaringan. Apalagi di era globalisasi yang didukung dengan teknologi canggih berupa hand phone yang bisa menerobos ruang dan waktu sampai ke penjuru dunia.

Khususnya bagi pedagang saat ini yang sudah tidak lagi menggunakan cara jual beli secara manual tetapi harus menggunakan alat komunikasi seperti HP. Android.

Pedagang yang sudah pandai membaca pasar, dan mampu menggerakkan orang untuk memperluas jaringan dibutuhkan biaya tinggi. Sehingga bagi para pedagang yang sudah memahami dunia bisnis, untuk keluarkan biaya promosi tak segan-segan meskipun apa yang ditawarkannya memiliki nilai jual jauh lebih kecil dari pada biaya promosi.

Ilmu ini yang harus dimiliki oleh UMKM Kabupaten Kendal apabila menginginkan usahanya berhasil dan naik kelas, dari produsen berkembang menjadi sebuah industri kecil. Karena proses perkembangan UMKM tidak hanya oleh kualitas produk saja yang dituntut tetapi tidak mampu menguasai pasar. Sehingga UMKM itu yang terlihat masih berpredikat menjadi pedagang eceran.

Banyak keluhan-keluhan yang disampaikan rata-rata pelaku UMKM Kendal hanya masalah sulitnya untuk membangun pasar. Faktornya karena belum bisa memahami bagaimana caranya membangun pasar bagi produk-produknya.

Hal ini bisa dilihat secara dekat bagaimana pelaku UMKM Kendal menghasilkan produknya. Rata-rata, dikerjakan seorang diri atau keluarga. Tenaga dan pikiran sudah terforsir dalam aktivitas pengolahan produk. Sementara dari Pemerintah Setempat dalam uluran tangannya hanya sebatas pelatihan peningkatan produk, perijinan dan penggunaan IT. Padahal mereka itu butuh kepanjangan tangan untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat luas.

Untuk mengetahui secara detil keberadaan UMKM Kendal, wartakadin.com hanya mengambil satu sampling dari seorang produsen gula aren di dusun Manggung Kecamatan Limbangan, bernama Sawinah.

Di rumahnya yang cukup luas untuk produksi gula aren dan serbuk bandrek yang sudah dikemas bagus, berlebel, no. PIRT dan Halal tetapi masih mengeluhkan caranya untuk memasarkan secara luas dan cepat.

Sementara, Sawinah dalam aktivitasnya hanya dibantu anaknya. Bisa membuat produk tetapi belum bisa menggaji karyawan atau seles (penjual). Karena semuanya dikerjakan sendiri yang bagian untuk mengenalkan produk terasa sudah lelah dan tidak konsentrasi.

Dan ini rata-rata dialami oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Kendal yang mengeluhkan dalam mengembangkan usahanya karena belum bisa membangun pasar bagi produk-produknya.

Kiranya melalui artikel ini, yang menjadi harapan penulis adanya kebangkitan para pelaku UMKM Kendal untuk bersama-sama membangun usaha dengan dukungan Pemerintah, Steak Holder, atau bapak asuh yang sudah memiliki pangsa pasar sudi mengangkat mereka. Sentuhan tangan itu bisa berupa pelatihan di bidang marketing atau penyediaan outlet bagi produk-produk UMKM Kendal secara gratis. Bravo UMKM Kendal, maju terus pantang surut.
Sriyanto

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *